Istilah Nama Penumpang Pesawat yang Perlu Agan Ketahui

Share this history on :
Kali ini ane mau bahas tentang Istilah nama-nama penumpang dalam penerbangan. Siapa tahu agan yang udah sering naik pesawat ada yang belum tahu istilah-istilah ini dan buat agan yang belum pernah naik pesawat semoga bisa berguna untuk first flight ente 
Oke dimulai aja..


VIP = Very Important Persons



Penumpang VIP adalah penumpang yang kedudukannya atau jabatannya dalam suatu pemerintahan menyebabkan penumpang tersebut harus mendapat penanganan secara khusus (dalam hal ini prioritas/ istimewa). Contohnya adalah kepala pemerintahan, kepala negara, raja, ratu, presiden, perdana menteri, kanselir, menteri, gubernur, duta besar, panglima angkatan bersenjata, kepala kepolisian, ketua MPR/DPR dalam perjalanan tugas/ dinas, dan sejenisnya. Penumpang VIP beserta rombongan harus mendapat tempat duduk dibarisan terdepan. Mereka boarding belakangan (setelah penumpang yang lain sudah naik), dan di tempat tujuan turun lebih dahulu. Biasanya penanganan penumpang VIP dilakukan dengan kerjasama yang baik antara pihak protokoler dengan pihak ground staff.




CIP = Commercial Important Persons



Yang dimaksud penumpang CIP adalah pejabat penting dalam suatu perusahaan besar dan terkenal seperti direktur utama atau para direksi lainnya. Contoh Presiden Abjad Internasional, ia perlu pelayanan khusus karena ia selalu naik kelas utama, diharapkan ia akan menyuruh anak buahnya untuk berpergian naik pesawat dan perusahaan penerbangan tersebut. Diharapkan pula ia akan selalu mengirimkan barang/ produknya dengan pesawat dan perusahaan tersebut. Penanganan CIP pada dasarnya mengikuti pola penanganan VIP.

Note : Dalam perkembangannya, beberapa penumpang berikut dapat dikelompokkan ke dalam VIP/CIP, yaitu artis terkenal, atlet terkenal, ilmuwan ternama (misalnya pemenang hadiah nobel), rohaniawan terkenal, aktivis ternama, dan lain-lain.



INFANT & CHILDREN = Bayi dan Anak-anak



Batas umur bayi (INF) ialah sejak ia lahir sampai dengan berusia 2 tahun (24 months). Tempat duduk bayi biasanya satu kursi dengan ibunya (dipangku) dan pembayaran tiket pesawat 10% dari tarif normal penumpang dewasa. Lewat dari dua tahun sampai dengan 10 tahun dikategorikan penumpang anak-anak (CHD). Ketentuan ini berlaku untuk penerbangan domestik. Sementara untuk penerbangan internasional, ketentuannya adalah berusia antara 2-12 tahun. Penumpang anak-anak mendapat kursi dengan membayar tiket sebesar 50% dari tarif normal penumpang biasa. Seorang anak yang genap berusia 12 tahun pada hari keberangkatan, dikenakan biaya penuh sesuai dengan tarif penumpang dewasa. Ukuran usia tersebut berdasarkan pada data autentik tanggal lahir anak tersebut yang tercantum didalam paspor. Bayi yang berumur antara 1-2 tahun dapat diangkut oleah dokter perusahaan penerbangan/ ground handling company. 
Bayi berumur antara 1-2 tahun dapat diangkut seusai dengan peraturan yang berlaku. Bagi bayi yang berumur 9 bulan dapat menggunakan keranjang baby basket. Untuk pemakaian baby cottage atau babby cradle penumpang dapat mengajukannya pada saat reservasi. Tersedia atau tidaknya baby cradle tergantung pada persediaan di dalam pesawat yang bersangkutan yang dibatasi sampai dengan maksimal 3 buah. Makanan khusus bayi pun dapat diberikan melalui prosedur pemesanan di muka (rservasi).
Untuk beberapa negara tertentu dan rute penerbangan tertentu, bayi tidak dikenakan biaya, maksudnya bayi dapat terbang dengan Cuma-Cuma atau gratis, selama bayi tersebut ikut bersama orang tuanya.



UNACCOMPAINED MINOR (UM) = Anak Kecil Berpergian Sendirian (Tanpa Pendamping)




Pembatasan umur antara 2-12 tahun adalah untuk penumpang anak-anak pada umumnya mereka yang berpergian/ naik pesawat bersama orang tuanya/ orang dewasa lainnya. Untuk anak-anak berusia 7-12 tahun dan tiak ditemani oleh orangtuanya/ saudaranya atau penumpang lain yang sudah berusia 18 tahun, dikategorikan sebagai anak-anak yang berpergian sendiri tanpa pendamping, dikenal dengan istilah unaccompained minor disingkat UM. Anak usia dibawah 7 tahun harus ada pendampingnya/ orang tuanya. Pembatasan umur untuk mengklasifikasikan UM ini bisa saja berbeda antara satu airlines dengan airlines lainnya.
Ada dua sistem penanganan untuk UM, yaitu mengunakan jasa pengawalan/ pendamping escort service dan tanpa pengawalan/ pendampingan. Escort service adalah jasa pengawalan yang disediakan oleh perusahaan penerbangan bagi anak-anak yang berpergian sendiri. Petugas escort service terdiri dari cabin crew dari perusahaan penerbangan yanag bersangkutan. Tarif pengawalan untuk penanganan UM yang ditentukan oleh satu perusahaan penerbangan dapat berbeda dengan perusahaan penerbangan yang lainnya meskipun prinsip penanganan di bandar udaranya adalah sama. Beberapa perusahaan penerbangan, misalnya menetapkan bahwa anak yang terbang dengan bantuan jasa escort service atau lady escort akan dikenakan biaya sebesar tarif dewasa, dengan perhitungan berikut. UM membayar 50% dari tarif dewasa sekali jalan dan cabin crew sebagai pengawal memperoleh tarif industrial discount sebesar 25% dan tarif pulang pergi.




WHEEL CHAIR PAX = Penumpang yang Memerlukan Kursi Roda




Penumpang wheel chair pax adalah penumpang yang karena kondisi kesehatan/ keadaan fisiknya memerlukan kursi roda untuk menuju ke pesawat atau sebaliknya. Permintaan kursi roda ini dapat dibagi dalam tiga kategori berikut :
  • Penumpang dapat naik dan turun sendiri serta bergerak ke/ dari tempat duduk. Dalam hal ini dari gedung terminal ke pesawat dan sebaliknya penumpang akan memakai kursi roda. Penumpang seperti ini dikenal dengan istilah WCHC (penumpang memerlukan kursi roda sewaktu di dalam cabin)
  • Penumpang tidak dapat naik dan turun dari pesawat sendiri, tetapi dapat berjalan kaki dari tempat duduk sendiri, dengan sangat sulit dan pelan-pelan. Penumpang seperti ini dikenal dengan isitlah WCHS (penumpang tidak bisa naik-turun pesawat menggunakan tangga atau step).
  • Penumpang tidak dapat naik dan uturn pesawat sendiri ke/ dari tempat duduknya, dan tidak bisa berjalan agak jauh, misalnya di ramp. Penumpang seperti ini dikenal dengan sebutan WCHR.
.
Untuk poin 2 dan 3 penumpang harus disediakan kursi roda dari petugas pembantu bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Bila tidak ada yang mengantar dan menjemput, dapat diminta bantuan cabin crew atau ground staff dan lain-lain.

STRETCHER CASE PASSENGER = Penumpang yang Ditandu



Penumpang ini kondisi fisik dan mentalnya memerlukan tandu alat bantu untuk memudahkan penumpang naik pesawat/ berada di dalam pesawat. Pengangkutan penumpang sakit ini harus melalui proses penanganan standar yang disebut medical case disingkat MEDA. Untuk kepentingan ini, maka perusahaan penerbangan harus menyediakan peralatan tersebut dan untuk memudahkan koordinasi, penyediaan alat tandu sebelumnya harus dilakukan terlebih dahulu. Permintaan tandu harus diajukan pada waktu membuat rservasi yang hendaknya jauh hari sebelumnya. Permintaan ini akan diteruskan kepada bagian-bagian lain yang terkait dengan pengurusannya. Untuk pembayaran, sebagian airline mengenakan biaya normal 100%. Sementara itu, beberapa airline yang lain ada yang menetapkan biaya tambahan yang besarnya bervariasi.

PREGNANT WOMAN = Penumpang Wanita Hamil

Wanita hamil yang usia kehamilannya sekitar 32 minggu (8 bulan) tidak dapat diterima untuk diangkut oleh pesawat. Namun, jika keadaan memaksa, hal tersebut dapat dilakukan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  • Ada surat keterangan dokter yang merawatnya dan diketahui oleh dokter perusahaan;
  • Menandatangani form of identity

Untuk Wanita hamil diusahakan tidak terbang terlalu lama, maksimal 4 jam. Bila perjalanan lebih dari jam hendaknya dibagi pada penerbangan lain dengan maksimal 4 jam perjalanan sehingga tidak melelahkan yang bersangkutan.
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : bambang@caraunik.com
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...