Cara Unik Orang Jepang Dalam Meminta Maaf

Share this history on :
Hari ini dari pagi saya sudah disuguhkan berita-berita dari para public figure yang memberikan pernyataan maaf.  Di depan publik, baik itu di layar kaca dan media cetak mereka membuat pernyataan  atas kesalahannya itu.
Pagi ini, seorang tokoh politik, membuat keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Sebelumnya, seorang selebritis juga memberikan pernyataan maaf kepada masyarakat banyak melalui konferensi pers.
Hmm cara minta maaf yang sangat unik.  Yang hanya berjiwa satria lah yang mampu untuk mengakui kesalahannya di depan orang banyak. Terlepas dari apakah kesalahannya itu berat atau tidak atau apakah tindakan meminta maafnya itu atas dorongan pihak luar atau kesadarannya sendiri.
Di Jepang, sudah jadi pemandangan biasa ketika ada berita yang menyiarkan tentang permintaan maaf dari orang-orang pemerintah juga para artis serta beberapa tokoh masyarakat lainnya. Mereka akan menundukkan kepala (bowing) bahkan ada yang sampai sujud dan menangis dalam menyampaikan permintaan maafnya itu.
Kejadian yang paling tragis adalah, banyak juga pejabat pemerintah yang terlibat kasus korupsi, tidak kuat menahan malu, sebelum meminta maaf kepada masyarakat, mereka memilih jalan menghabiskan nyawanya sendiri, Jisatsu.
Ironis ya, sebagai manusia kita memang tidak terlepas dari kesalahan dan wajib meminta maaf, tapi kalau sampai menghilangkan nyawanya sendiri, itu bukanlah cara yang bijak apalagi suatu solusi yang baik sebagai permintaan ampun kepada masyarakat luas.
Kenapa sampai adanya tradisi meminta maaf depan orang banyak ya di sini?? bahkan kalau tidak kuat mental bisa sampai menghilangkan nyawanya sendiri??
Kalau saya pikir karena sanksi sosial disini sangat besar. Iya, masyarakat Jepang terkenal Kibishii (strict) terhadap segala macam tindakan kejahatan. Apalagi yang menyangkut kehidupan orang banyak dan penyalahgunaan kepercayaan.
Sebagai contoh, masalah yang paling hot hari ini adalah mundurnya Gubernur Tokyo karena dianggap melakukan kesalahan dengan diam-diam menerima uang yang tidak jelas maksudnya itu berkaitan dengan jabatan yang diembannya.
Atau kasus selebritis Tanoshingo, selebritis yang dilaporkan oleh manajernya sendiri karena telah melakukan kekerasan terhadap dirinya, dengan memukul kepala dan badan manajernya itu berkali kali.
Namun pada akhirnya kedua masalah itu ditutup dengan `manis`, ketika Gubernur Tokyo memberi pernyatan fresh from the oven, hari ini live dari Shinjuku, kalau dia mengundurkan dari jabatannya.
Lalu bagaimana dengan artis Tanosingo?? Ia pun memberikan pernyataan, dengan suara yang gemetar dan mata berkaca-kaca, mengatakan didepan para wartawan yang disiarkan banyak channel TV, kalau dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya itu.
Cara meminta maaf para tokoh masyarakat ini dari dulu jadi pusat perhatian saya, terutama para pejabat pemerintah yang tertangkap basah melakukan korupsi. Ah seandainya Indonesia mempunyai sistem yang bisa “memaksa” para koruptor untuk menelanjangi dirinya di layar kaca dan mau memperdengarkan suara “gagahnya” itu mengucapkan permintaan maaf dari lubuk yang paling dalam. Hmm kapan ya? Coba nanti saya tanyakan pada rumput yang bergoyang ;D
Lebih takutnya sanksi sosial bagi para pelaku yang bertindak kesalahan ini, pastilah tidak terlepas dari didikan dasar dan budaya orang Jepang yang selalu ingin terlihat sama dalam segala hal. Adanya perasaan merasa dikucilkan apabila ada salah satu yang menonjol atau lain sendiri, merupakan suatu ketidaknyamanan dalam diri orang Jepang. Karena itu Jepang terkenal dengan masyarakat yang mudah diatur, terlihat jelas bagaimana tertib dan bersihnya negara ini.
Bagusnya budaya ini adalah, sejak kecil anak-anak Jepang terdidik untuk menjadi malu. Benar, mereka akan menjadi malu karena berbuat kesalahan. Karena itu sebisa mungkin mereka akan GANBARU (usaha sekuat tenaga) untuk selalu berprilaku baik agar terhindar dari kecaman masyarakat.
Contoh yang ekstrim mengenai prilaku selebritis lainnya, adalah permintaan maaf seorang anggota dari grup idol terkenal di Jepang, yang dengan keinginan sendirinya itu meminta maaf kepada penggemarnya, dengan menggundulkan rambutnya sampai botak plontos karena melakukan kesalahan kepergok melakukan hubungan asmara (rule di Jepang, idol grup dilarang untuk menjalin asmara).
Atau artis yang melakukan perselingkuhan, haa iya iya saya pun sampai tidak percaya, padahal kalau dipikir itukan urusan pribadi yah, tapi banyak artis-artis Jepang yang membuat pernyataan maafnya di layar kaca, dan mengakui kesalahannya karena telah berselingkuh. Kenapa? Karena menganggap selain menyakiti istri sahnya, juga menyakiti perasaan  masyarakat Jepang karena telah membohongi dan bermuka dua. Mereka beranggapan bahwa profesinya sebagai public  figure/tokoh masyarakat yang seharusnya lah menjadi panutan yang baik.
Biasanya setelah mereka melakukan kesalahan dan meminta maaf secara resmi, maka mereka akan “diliburkan” dari “pentas” hiburan. Banyak dibatalkannya kontrak film dan iklan, karena adanya image buruk pada artis tersebut yang akan berdampak pada penjualan produk yang diiklankannya itu. Memang jadi terlihat sangat riweuh tapi jelas saling berkaitan semuanya.
Dengan kata lain, pernyataan maaf yang telah dilakukannya itu bukanlah suatu titik akhir penutup dari kesalahannya itu, tapi masih ada rentetan dampak yang timbul yang akan berpengaruh bagi karir dan kehidupannya ke depan.
Semuanya ini,  menimbulkan perasaan kapok, malu yang tidak habis-habisnya, serta image yang sudah tercoreng moreng. Dan dampak inilah yang membuat masyarakat Jepang harus berfikir 1000 kali untuk berlaku “nyeleneh” dalam bertindak dan bersikap.
Salam Hangat, wk
Image:yahoo.co.jp
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : bambang@caraunik.com
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...