Entri Populer

Batu Akik dan Istilah di Indonesia dan Internasional

Bagi pemula yang baru mengenal batu mulia mungkin akan merasa kebingungan untuk mengenal satu persatu nama dan istilah permata yang ada di Indonesia. Penamaan pada batu akik atau permata, biasanya disesuaikan dengan karakteristik batu, corak, warna atau tempat ditemukannya batu itu sendiri dengan tujuan untuk memberi pemahaman.
Bagi mereka yang sudah lama berkecimpung dalam dunia permata dan sudah banyak mengenal berbagai jenis permata, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah  yang ada di Indonesia. Misalnya Batu akik darah nama lain dari Bloodstone,Tiger eye nama lain dari mata harimau (tinggal diterjemahkan saja)itupun kalau menggunakan nama yang umum.
Ada juga nama dan istilah yang terdengar aneh seperti nama batumata kucing nama internasionalnya tinggal diterjemahkan saja menjadi ‘Cat Eye’ ada juga nama batu akik kinyang air, nama internasionalnya, Apa Ayo?
Berikut ini beberapa nama dan istilah batu akik atau permata di Indonesia dan Internasional
NOINTERNASIONAL:INDONESIA
1.Biru Lazuardi:Lapis Lazuli
2.SunStone:Biduri Surya
3.BloodStone:Akik Darah/Naga Sui
4.Rose Quartz:Kuarsa Mawar
5.Rock Crystal:Kecubung Es
6.Green Jasper:Badar Lumut
7.Emerald:Zamrud
8.Ruby:Merah Delima
9.Tiger’e Eye:Mata Macan/Biduri Sepah
10.Green Obsidian:Zamrud Kalimantan
11.Hawk’s Eye:Mata Elang
12.Bixbite:Red Beryl
13.Idocrase:Sungai Dareh/Bio Solar Aceh
14.Chrysocolla:Batu Bacan
15.Opal:Batu Kalimaya
16.Agate:Akik
17.Jade:Giok
18.Rhodochrosite:Ruby Borneo
19.Pearl:Mutiara
20.Iolite:Safir Air
21.Kyanite:Safir Australia
22.Diamond:Intan/Berlian
23.Amethyst:Kecubung
24.Smoky Quartz:Kecubung Teh
25.Prasiolite Quartz :Kecubung Hijau
26.Pyrite:Badar Emas
27.Petrified Shell:Kol Buntet
28.Textite:Batu Meteor
29.Chalcedony:Yaman
30.Red Jasper:Ati Ayam
31.Petrified Sea Coral:Badar Tawon
32.Labradorite:Laburador
33.Turquoise:Pirus
34.Cat’s Eye:Mata Kucing
35.MoonStone Feldspar:Biduri Laut
36.Rutilated Quartz:Kecubung Rambut
37.Moonstone:Biduri Bulan
38.Chalcedony:Spritus/Lavender
Sebenarnya masih banyak lagi jenis permata lain yang tidak kami tulis dalam daftar jika ada yang mau menambahkan silahkan

Ensiklopedia Daftar Nama serta Jenis Batu Cincin Permata & Akik Lengkap

A
Agate
Akik Garut / Sukabumi / Pacitan
Akik darah
Akik Gambar
Amethyst
American Ster
Aleksandris
alexandriet
Almandine
Aquamarine
Apatite
Ametrine
Amber
Ammolite
Andalusite
Axinite
Azotic Topaz
albite
adularescence


B
Bacan Doko / Palamea / Obi / Halmahera / Kasiruta
Badar Ati / Lumut / Besi / Kentang
Bangsing
Baturaja
Berlian
Blue Safir
Beryl
Black Sapphire
Black Opal
Black Onyx
Blue Jade
Biduri Bulan
Biduri Kluwang
Bloodstone


C
Cat eye
Chatoyancy
Chrysophrase
Chalcedony
Crysocolla
Chrysoberyl
Citrine
Chrisolite
Cempaka
Chatham
Coral
Carnelian
Cryptocrystalline
Cassiterite
Charoite
Clinohumite
Carca Soca Bali

D
Diamond
Diaspore
Diopside Chrome
Danburite
Demantoid Garnet
Dendritic Agate
Dumortierite Quartz
Diopside
Dendritic


E
Emerald Columbia / Brazil / Russia / Kalimantan


F
Fosil
Fire Opal
Feldspar
Fluorit


G
Giok Tiongkok / Segaranten / Kalimantan / Baubau
Gaspeite
Goshenite
Grossularite / grossular Garnet
Geode Agate
Grandidierite


H
Hawk Eye
Hematite
Heliodor
Hackmanite
Hambergite
Hemimorphite
Hiddenite
Howlite


I
Intan
Idocrase Aceh / Padang
Ironstone
Imperial Topaz
Imperial Jade
Iolite
Indra Raksa

J
Jamrud
Jasper
Jagasatru
Jadeite
Jeremejevite


K
Kecubung Asihan Kalimantan / Garut / Sukabumi
Kecubung Tanduk Garut / Sukabumi / Pacitan
Kalimaya Banten / Australia / Afrika / Timor Timur
Kalsedon Garut / Pacitan / Sukabumi
Kresnadana
Keladen Pacitan
Kuarsa
Kecombong


L
Labradorite
Lapis Lazuli
Lavender
Lumuik
Les Fosil
Larimar
Lepidolite


M
Malasit
Malachite
Mirah Siam
Mirah Cempaka
Mirah Delima
Moonstone
Mustika
Mutiara
Moissanite
Morganite
Mani Gajah
Moldavite
Mystic Topaz
Macrocrystalline
Matrix Eye Tiger
Mali Garnet
Maw sit sit
Musgravite
Manjangan Bang

N
Nilam
Nuumite


O
Obsidian
Oniks
onyx
Opal
Olivin
Orthoclase


P
Pancawarna Sukabumi / Garut / Pacitan
Phyrus
pirus
Peridot
Pandan Sutra / Merah / Lumut
Pearl
Padparadcha
pyrite
Persian Phyrus
Pietersite
Prehnite
Pyrope
Pleochroism
Padmakara

Q
Quartz
Quattro


R
Ratna Cempaka
Ratna Sawala
Ruby Burma / Madagascar / Srilanka / Afrika / Gondola
Red Jasper
Red Garnet
Red Sapphire
Red Baron
Rambut Sedane
Rhodochrosite
Rubellite
Rutile Quartz
Rose Quartz


S
Sapphire
Safir
Sungai Dareh
Spinel
Soca Bali
Swarovski
Scapolite
spessartite
Serpentine
Sillimanite
Smithsonite
Smoky Quartz
Snowflake Obsidian
Sodalite
Sfalerit
Sphene
Spodumene
Sunstone
Strawberry Quartz
Sugilite
Sunstone
Serendibite


T
Topaz
Topas Garut
Tiger Eye
Turqoise
Tourmaline
Tanzanite
Tashmarine
Tektite
Tsavorite Garnet
Tridathu


U


V
Vesuvianite
Variscite
Verdite


W
Windusare
Wulung


X


Y
Yaman
Yakut
Yellow Sapphire
Yellow Jade


Z
Zircon
Zamrud
Zultanite
Zoisite

Mengenal Batu Akik Amber

Nama Akik: 

Akik Amber

Sebutan Lain:
Batu Akik Ambar, Batu Permata Amber, Batu Amber



Batu Ambar Antik

Ambar atau amber adalah resin pohon yang menjadi fosil dan dihargai karena warna serta kecantikannya. Ambar berkualitas bagus digunakan dalam pembuatan barang permata dan ornamen. Meski tidak termineralisasi, ambar sering digolongkan sebagai sebuah batu permata.

Ambar sering disalahpahami terbentuk dari getah pohon; padahal tidak. Getah adalah cairan yang bersirkulasi melalui sistem pembuluhnya tanaman, sedangkan resin merupakan substansi organik amorf setengah-padat yang dikeluarkan dalam kantung dan kanal (saluran) melalui sel epitelium pada tanaman.

Sebagian besar amber di dunia ini berumur 30 sampai 90 juta tahun. Karena dulunya adalah resin pohon yang lunak dan lengket, kadang-kadang di dalam amber terdapat serangga dan bahkan hewan vertebrata yang kecil.

Resin setengah terfosilkan atau amber sub-fosil dikenal sebagai kopal.

Tidak hanya berwarna oranye kekuning-kuningan, ambar memiliki warna yang beragam mulai dari keputih-putihan, kuning limau yang pucat, coklat, dan hampir hitam. Ambar berwarna merah (kadang-kadang dikenal sebagai "cherry amber"), hijau, dan biru termasuk langka dan sangat dicari-cari.

Kebanyakan ambar yang bernilai tinggi memiliki permukaan transparan, tapi amber yang keruh dan gelap juga sangat umum. Amber yang permukaannya gelap berisikan sejumlah gelembung renik. Amber jenis ini dikenal sebagai "bastard amber", meski kenyataannya ia adalah ambar sungguhan.

Asal Mula Ambar

Kata amber berasal dari kata anbargris atau ambergris dari bahasa Arab kuno dan merujuk pada zat wewangian berminyak yang disekresikan oleh ikan paus sperma. Ambergris mengapusng di air dan terhanyut ke pantai. Karena terjadi kebingungan istilah (lihat: Abu Zaid al Hassan from Siraf & Sulaiman the Merchant (851), Silsilat-al-Tawarikh (travels in Asia), amber menjadi nama untuk resin fosil, yang ditemukan pula di pantai dan lebih ringan dari batu, tapi tidak cukup ringan untuk mengambang.

Keberadaan serangga di dalam ambar dituliskan oleh Pliny the Elder dalam Naturalis Historia karangannya dan mengarahkannya pada teori bahwa ambar harus berada dalam keadaan cair untuk menyelubungi tubuh serangga. Oleh karena itu Pliny menjulukinya succinum atau batu getah, sebuah nama yang masih digunakan sampai sekarang untuk mendeskripsikan asam suksinat (sama pula halnya dengan succinite, istilah yang diberikan untuk jenis ambar tertentu oleh James Dwight Dana).

Nama Yunani untuk ambar adalah ηλεκτρον (Elektron) dan berhubungan dengan Dewa Matahari yang digelari Elector atau Yang Membangunkan.[1] Theophrastus mengelompokkan ambar dan magnetit sebagai mineral yang memiliki daya tarik.

Ambar yang dipanaskan akan mengalami pelunakan dan akhirnya terbakar, itulah yang menyebabkan kata amber dalam bahasa Jermanik merupakan terjemahan harfiah dari burn-Stone (Bernstein dalam bahasa Jerman, barnsteen dalam bahasa Belanda). Jika dipanaskan di atas 200 °C, ambar mengalami dekomposisi, menghasilkan "minyak amber", dan meninggalkan residu warna hitam yang dikenal sebagai "kolofoni amber" atau "amber pitch"; yang saat dilarutkan dalam minyak terpentin atau minyak biji rami membentuk "pernis ambar" atau "lak ambar ".

Ambar dari Laut Baltik telah diperdagangkan secara luas sejak zaman dulu dan dalam main land, tempat ambar diperdagangkan 2000 tahun lalu. Penduduk setempat menyebutnya glaes (merujuk pada sifatnya yang tembus pandang seperti kaca).

Unsur Kimia Amber

Komposisinya bersifat heterogen, tapi ambar terdiri dari zat-zat beresin yang lebih atau kurang terlarut di dalam alkohol, eter serta kloroform, yang diasosiasikan dengan substansi bitumen yang tak bisa dilarutkan. Amber merupakan sebuah makromolekul yang terbentuk oleh polimerisasi radikal bebasnya sejumlah prekursor dalam keluarga labdane (terpena bisiklik alami), communic acid, cummunol dan biformene.[2] Labdane-labdane ini adalah terpena (C20H32) dan triena yang berarti bahwa rangka organik memiliki tiga kelompok alkena yang tersedia untuk polimerisasi. Seiring dengan proses pematangan ambar selama bertahun-tahun, semakin banyak pula polimerisasi yang terjadi begitu pula dengan reaksi isomerisasi, pertautan silang, dan siklisasi. Komposisi rata-rata dari ambar mengarah ke formula umum C10H16O.

Ambar tidak sama dengan kopal. Polimerisasi molekul yang disebabkan oleh tekanan dan panas mengubah resin lebih dahulu menjadi kopal, lalu melalui evaporasi turpene-lah maka kopal berubah menjadi ambar.

Ambar Dalam Geologi

Ambar tertua berasal dari periode Karbon Awal sekitar 345 juta tahun lalu. Amber tertua yang di dalamnya berisikan serangga datang dari periode Kapur Akhir, kira-kira 146 juta tahun lalu.Cadangan amber Baltik dan Dominika dianggap paling penting dari segi komersial. Keduanya berasal dari zaman Tersier.Ambar Baltik atau succinite (secara historis didokumentasikan sebagai ambar Prusia) ditemukan sebagai bintil-bintil (nodul) tak beraturan di dalam pasir glaukonitik laut, dikenal sebagai bumi biru, yang terdapat di lapisan tanah Oligosen dari Samland di Prusia, dalam sejumlah sumber historis disebut sebagai Glaesaria. Setelah 1945, wilayah di sekitar Königsberg diubah menjadi Oblast Kaliningrad, Rusia, tempat dimana kini ambar ditambang dengan sistematis.Tapi tampaknya sebagian batu ambar berasal dari cadangan periode Tersier yang lebih awal (Eosen); dan ambar juga terdapat sebagai mineral turunan dalam formasi-formasi selanjutnya, seperti drift (terowongan sejajar lurus). Jasad tumbuhan yang terdapat di dalam ambar disebabkan tumbuhan itu terjebak di dalamnya saat resin masih segar, menunjukkan hubungan dengan flora Asia Timur dan bagian selatannya Amerika Utara. Heinrich Göppert menamakan pohon cemara penghasil ambar pada umumnya dari hutan Baltik sebagai Pinites succiniter, tapi sebagai kayu, menurut sejumlah pihak, sepertinya tidak berbeda dari marga Pinus succinifera. Tidak mungkin amber hanya diproduksi sebuah spesies saja.

Amber Dominika dianggap retinite (resin mineral yang mudah terbakar) karena tidak memiliki asam suksinat. Ada tiga lokasi utama sumber batu ambar di Republik Dominika: La Cordillera Septentrional, di utara, Bayaguana dan Sabana, di timur. Di wilayah utara, unit yang mengandung ambar berbentuk batuan klastik, batu pasir yang tertumpuk di daerah delta atau bahkan lingkungan air dalam. Ambar tertua dan terkeras terdapat di wilayah pegunungan sebelah utaranya Santiago, dari tambang-tambang di La Cumbre, La Toca, Palo Quemado, La Bucara, dan Los Cacaos di Cordillera Septentrional tidak jauh dari Santiago. Ambar di pegunungan itu tertempel dengan erat di dalam lapisan lignitnya batu pasir.

Ambar yang terdapat di wilayah Bayaguana/Sabana sebelah tenggara lebih halus, kadang-kadang rapuh dan menderita oksidasi setelah diambil dari tambang, sehingga harganya lebih murah. Di tempat yang sama ditemukan pula kopal berumur 15-17 juta tahun. Di wilayah timur, ambar ditemukan dalam formasi sedimen dari pasir lapis (berlamina) yang kaya organik, liat berpasir, lignit berintekaler (sisipan).

Baik ambar Baltik maupun Dominika merupakan sumber fosil dan memberikan banyak informasi mengenai kehidupan dalam hutan purba.
Ambar dari periode Kapur Tengah dari Ellsworth County, Kansas. Ambar yang umurnya kira-kira 100 juta tahun lalu ini mengandung bakteri dan amuba yang secara morfologis sangat mirip dengan Leptothrix, dan genera (marga) modern Pontigulasia dan Nebela. Stasis morfologis masih akan dikonfirmasikan.

Isi Batu Ambar

Resin mengandung, selain berbagai struktur tanaman yang diawetkan dengan indah, sisa-sisa serangga, laba-laba, anelida, kodok,binatang berkulit keras dan lalu terseliputi saat rembesan masih bersifat cair. Dalam kebanyakan kasus struktur organiknya hilang, yang tertinggal hanya rongga tubuh, dan mungkin sisa-sisa kitin. Terkadang terdapat pula rambut dan bulu di dalam ambar, walaupun itu jarang. Yang sering adalah pecahan kayu, jaringannya diawetkan dengan baik oleh impregnasi dengan resin; sementara daun, bunga, dan buah kadang-kadang ditemukan dalam keadaan masih sempurna. Terkadang ambar mempertahankan bentuk tetesan dan stalaktit, saat ia menetes dari saluran dan tempat penampungannya pohon yang terluka. Selain menetes ke permukaannya pohon, resin ambar juga mengalir ke retakan maupun rongga cekung di pohon, dengan begitu menyebabkan terbentuknya gumpalan amber yang besar dan bentuknya tak beraturan.

Pertumbuhan resin yang tak normal disebut succinosis. Ketidakmurnian agak sering ada, khususnya saat resin jatuh di tanah, sehingga material hanya berguna untuk pembuatan pernis, dari situlah ambar yang tak murni dijuluki firniss. Pirit yang menutupi ambar akan memberi warna kebiru-biruan. Ambar hitam hanyalah sejenis jet. Permukaan bony amber yang tak tembus pandang dan keruh disebabkan oleh gelembung renik di bagian dalam resin.

Permukaan batu ambar yang tidak tembus cahaya akan menjadi transparan begitu permukaannya dipoles. European Synchrotron Radiation Facility sedang mengembangkan teknik memberondong ambar yang permukaannya tidak tembus pandang dengan sinar-X beresolusi tinggi, kontras tinggi, dan energi tinggi.
Sekitar 360 fosil invertebrata yang diambil dari ambar bepermukaan gelap ditemukan di Charente, Prancis: semut, laba-laba, lalat, dan tawon purba, khususnya invertebrata yang hanya berukuran beberapa milimeter. Citra 3 dimensi dari organisme yang terjebak itu dibuat dengan mikrotomografi, yang memperlihatkan detail berskala mikrometer.

Ambar Baltik

Ambar Baltik memiliki distribusi yang amat luas, mulai dari sebagian besar Eropa utara sampai Pegunungan Ural.

Ambar Baltik dihasilkan dari penyulingan keringnya asam suksinat, perbandingan bervariasi dari sekitar 3% sampai 8%, dan kualitas terbaik didapatkan dari varian gelap pucat atau bony. Ciri khas dari ambar baltik adalah menghasilkan asam suksinat, dari situlah Profesor James Dwight Dana mengusulkan nama succinite, dan kini umum digunakan dalam berbagai tulisan ilmiah sebagai istilah yang spesifik untuk ambar Prusia. Gas berbau harum dan mengganggu yang dikeluarkan oleh ambar yang dibakar berkaitan erat dengan asam ini. Succinite memiliki kekerasan di antara 2 dan 3, yang agak lebih besar daripada resin fosil yang lain. Berat jenisnya bervariasi dari 1,05 sampai 1,10. Alat yang efektif untuk menganalisa ambar Baltik adalah spektroskopi inframerah yang mampu membedakan berbagai varietas ambar Baltik dengan yang bukan Baltik karena terdapat penyerapan karbonil yang spesifik dan mampu pula mendeteksi umur relatifnya sebuah sampel amber. Di lain pihak, sejumlah ilmuwan berkesimpulan bahwa asam suksinat bukanlah komponen aslinya ambar, tapi merupakan hasil pemecahan asam abietat.
Meski ambar ditemukan di sepanjang sebagian besar pantai di Laut Baltik serta Laut Utara, wilayah penghasil ambar terbanyak selama berabad-abad adalah tanjung Sambia atau Samland, pantai di sekitar Königsberg di Prusia, yang sejak 1945 menjadi bagian dari Rusia. Sekitar 90% ambar terekstrakkan di dunia ini masih berlokasi di Oblast Kaliningrad Rusia di Laut Baltik.

Pecahan ambar dari dasar laut dikandaskan oleh gelombang laut, dan terkumpul di pasang turun (air surut). Terkadang para pencari ambar menyelam ke dalam laut. Mereka menggunakan galah panjang yang bagian ujungnya dipasangi jaring untuk menarik rumput laut yang berisikan ambar; atau mereka mengeruk ambar di antara batu-batu besar di air dangkal. Pengerukan secara sistematis berskala besar pernah dilakukan di Danau Dangkal Kurland oleh Messrs Stantien dan Becker, pedagang ambar yang hebat dari Königsberg. Saat ini sejumlah operasi penambangan yang ekstensif dilakukan untuk mendapatkan ambar. Nodul-nodul dari bumi biru harus dibebaskan dari matriks serta dilepaskan dari kerak-kerak gelap, yang dilakukan dalam tong-tong berputar berisikan pasir dan air. Ambar yang terdapat di lautan telah kehilangan keraknya, dan sering memiliki permukaan kasar yang tumpul karena berguling-guling di dalam pasir.

Semenjak Jalur Amber didirikan, ambar yang dikenal sebagai "emas Prusia" (yang kini dijuluki "emas Lituania") telah memberikan banyak kontribusi secara ekonomi dan kultural. Di kota Palanga terdapat Palanga Amber Museum yang didedikasikan untuk ambar. Ambar bisa pula ditemukan di Latvia serta Denmark, sebelah utara Jerman, dan, sejak pengambil alihan Pruisa pada 1945, juga terdapat di Polandia dan Rusia.

Amber Dominika

Berbeda dari ambar Baltik, kebanyakan ambar Dominika memiliki permukaan transparan dan lebih sering berisikan fosil. Hal ini membolehkan dilakukannya rekonstruksi terperinci dari ekosistem hutan tropis yang telah lama punah. Resin dari spesies Hymenaea protera yang telah punah merupakan sumber ambar Dominika dan mungkin merupakan ambar terbanyak yang ditemukan dalam kawasan tropis.Tidak seperti sebagian besar ambar Baltik, ambar Dominika yang beredar di pasar dunia merupakan ambar asli dari tambang, dan tidak mendapatkan perubahan kimia atau fisik. Umur ambar Dominika sekitar 40 juta tahun.Meski semuanya berpijar, ambar Dominika terlangka adalah ambar biru yang warnanya berubah jadi biru saat terkena sinar mentari dan sumber cahaya ultraungu sebagian atau seluruhnya yang lain. Dalam sinar UV bergelombang panjang, ia memiliki pantulan yang amat kuat, hampir putih. Setiap tahun hanya ditemukan sekitar 100 kg pohon yang telah menjadi fosil, inilah yang menyebabkannya bernilai dan mahal.Ambar Dominika, dan khususnya ambar biru Dominika, ditambang melalui bell pitt, yang sangat berbahaya bagi para pekerja karena risiko dinding penggalian yang runtuh.Pada dasarnya bell pit adalah galian lubang perlindungan dengan apapun alat yang tersedia seperti parang, sekop, cangkul, dan palu. Alhasil, lubang penggalian yang dihasilkan tidak cukup besar untuk berdiri sehingga para penambang harus merangkak. Ambar yang ditemukan ada yang langsung dijual masih dalam keadaan mentah atau dipotong dan dipoles tanpa pengolahan maupun peningkatan tambahan.Kegunaan ambar Dominika yang paling umum adalah sebagai ornamen dan barang perhiasan.Di Timur Jauh, Ambar Biru telah diolah dengan sangat ahlinya menjadi pahatan yang artistik karena memiliki pendarfluor alami di bawah sinar ultraungu. Dalam dunia Muslim, ambar Dominika dan khususnya manik-manik ambar biru juga digunakan untuk membuat tasbih.

Cadangan Batu Ambar

Cadangan batu ambar ditemukan di seluruh penjuru dunia. Beberapanya jauh lebih tua dari cadangan ambar yang terkenal dari negara-negara Baltik dan Republik Dominika. Beberapa ambar dipercaya berumur lebih dari 345 juta tahun Northumberland USA).

Sumber ambar yang kurang diketahui ada di Ukraina, di dalam wilayah berhutan rawa-rawa di perbatasan Volyhn-Polesie. Karena letaknya tidak terlalu dalam, ambar ini bisa diambil dengan alat paling sederhanapun, dan menyebabkan ekonomi 'perburuan liar ambar' di dalam hutan. Ambar Ukraina ini memiliki warna yang beragam, dan digunakan dalam restorasi 'ruang ambar' dalam istana Ratu Catherines di St Petersberg (lihat di bawah).

Potongan ambar yang tergulung, biasanya kecil tapi ada juga yang sangat besar, bisa didapatkan di pantai timur Inggris, kemungkinan terbawa oleh ombak dari deposit di bawah Laut Utara. Lokasi yang paling terkenal adalah Cromer, tapi potongan ambar dapat pula ditemukan di pantai Norfolk, seperti Great Yarmouth, beserta Southwold, Aldeburgh dan Felixstowe di Suffolk, dan di ujung selatan adalah Walton-on-the-Naze di Essex, sedangkan di bagian utara yang tidak terkenal ada di Yorkshire. Di sisi Pantai Utara yang lain, ambar ditemukan pada berbagai lokasi di pantai Belanda and Denmark. Di pantai-pantai Baltik, ambar tak hanya terdapat di pantai Jerman dan Polandia tapi juga di selatannya Swedia, Bornholm dan pulau yang lain, serta Finlandia selatan. Sejumlah distrik ambar Baltik dan Laut Utara telah diketahui sejak zaman prasejarah, dan mengarah ke perdagangan awal dengan bagian selatan Eropa melalui Jalur Amber. Ambar diangkut ke Olbia di Laut Hitam, Massilia (sekarang Marseille) di Mediterania, dan Adria (kota) di semenanjung Laut Adriatik; dan dari pusat-pusat ambar itulah ambar didistribusikan ke dunia Yunani kuno.

Ambar ditemukan pula di Swiss, Austria, dan Prancis. Ambar dari Swiss Alps sekitar 55 - 200 juta tahun, ambar dari Golling sekitar 225 - 231 juta tahun. Ambar Sisilia yang terkenal (Simetit - copal) hanya 10 - 20 juta tahun.

Di Afrika, kopal ditemukan di negara-negara pantai Afrika Timur dan Barat, terutama sekali di Madagaskar. Ambar Madagaskar hanya 1000 - 10.000 tahun dan tersusun dari resin beku dari pohon cemara ambar. Nigeria juga memiliki ambar, yang kira-kira berumur 60 juta tahun.

Di Asia, ambar bisa ditemukan khususnya di Myanmar sebagai Burmit dan umurnya mencapai 50 juta tahun. Ambar Lebanon berumur 130 - 135 juta tahun lalu. Ambar Australia-Oseanik yang bisa ditemukan di Selandia Baru serta Pulau Kalimantan (Ambar Sawak) ada yang berumur 20 - 60 dan ada pula yang 70 - 100 juta tahun.

Amber ditemukan pula pada tingkatan terbatas di Amerika Serikat, yakni di green-sand New Jersey, namun nilai ekonominya kecil. Ambar dari Periode Kapur Tengah yang juga ditemukan di Kabupaten Ellsworth, Kansas, memiliki nilai yang kecil bagi para pembuat permata, tapi sangat berarti bagi para biologiwan. Sumber ambar ini di bawah sebuah danau buatan manusia.

Ambar pendarfluor juga terdapat di sebelah selatan negara bagian Chiapas di Meksiko, dan digunakan untuk membuat permata. Di Amerika Tengah, peradaban Olmec menambang ambar sekitar 3000 SM. Terdapat sejumlah legenda di Meksiko yang menyebutkan penggunaan ambar dalam menghiasi dan pengobatan alami untuk mengurangi stress.

Pengolahan Ambar

Pabrik-pabrik Ambar di Wina yang menggunakan ambar pucat untuk membuat pipa dan alat merokok, mengolahnya di mesin bubut dan memolesnya dengan pemutih serta air atau dengan rotten stone dan minyak. Proses membuatnya berkemilau diakhiri dengan menggosok-gosok ambar dengan kain flanel.

Saat dipanaskan secara bertahap di dalam bak berisikan minyak, ambar menjadi lunak dan mudah dilenturkan. Dua keping ambar bisa disatukan dengan melumuri permukaan keduanya dengan minyak biji rami, lalu dipanaskan, dan kemudian keduanya ditekan saat masih panas. Ambar yang warnanya keruh bisa dibuat jernih di dalam bak-minyak tadi, dimana minyak mengisi pori-pori ambar sehingga kekeruhannya jadi hilang. Pecahan-pecahan ambar yang kecil, yang dulunya dibuang atau cuma digunakan untuk pernis, kini digunakan pada skala besar dalam pembentukan"ambroid" atau "ambar padat". Kepingan-kepingan ambar dipanaskan secara hati-hati dengan pengeluaran udara lalu dipadatkan menjadi sebuah gumpalan yang seragam dengan tekanan hidraulik yang kuat; ambar yang dilunakkan dipaksa melalui sejumlah lubang dalam sebuah lempengan logam. Digunakan secara luas untuk produksi perhiasan dan alat merokok, ambar padat ini menghasilkan warna-warni yang cemerlang dalam cahaya terkutub. Amber sering diimitasi dengan resin yang lain seperti kopal dan damar, serta seluloid dan bahkan kaca. Terkadang ambar baltik yang warnanya buatan dijuluki "ambar sejati".

Ambar (terlebih lagi yang di dalamnya terdapat serangga) sering dipalsukan dengan menggunakan resin plastik. Uji keaslian ambar yang sederhana dilakukan dengan menyentuh objek dengan penjepit yang dipanaskan dan menentukan apakah bau yang dihasilkan merupakan resin kayu. Jika tidak, berarti ambar itu palsu, meski hasil tes yang positif tak meyakinkan dikarenakan tipisnya lapisan luar resin sungguhan. Seringkali ambar palsu memiliki pose serta posisi sempurna dari serangga yang terjebak di dalamnya.

Karya Seni Batu Ambar

Ambar sangat bernilai sebagai salah satu bahan ornamen sejak zaman dulu. Ini bisa dilihat di kuburan Mycenaean, peninggalan dari era Neolithikum di Denmark, dan kuburan zaman perunggu di Inggris. Sebuah cangkir dari kuburan zaman perunggu di Hove kini berada di Brighton Museum. Manik-manik dari ambar terdapat di sejumlah relik Anglo-Saxon di selatan Inggris. Ambar juga pernah dihargai sebagai jimat dan masih dipercaya memiliki efek penyembuhan.

Amber juga dipakai untuk membuat penjepit cerutu dan bagian mulutnya pipa. Orang-orang Turki menganggap ambar sangat bernilai lantaran ketidak-mampuannya menghantarkan infeksi/peradangan saat pipa untuk merokok bertukar dari mulut ke mulut. Varietas ambar yang paling bernilai di dunia Timur adalah yang berwarna jerami pucat. Beberapa amber berkualitas terbaik dikirim ke Wina untuk membuat alat merokok.

Kamar amber merupakan sekumpulan panel tembok kamar yang dipesan pada tahun 1701 untuk raja Prusia, lalu diberikan ke Tsar Peter Agung. Pasukan Nazi, yang menemukannya di dalam Istana Catherine pada tahun 1941, membongkar lalu memindahkannya ke Königsberg. Apa yang terjadi kemudian pada kamar itu tidaklah jelas, ia dianggap barang hilang karena mungkin dihancurkan saat Rusia membakar pertahanan Jerman yang merupakan tempatnya disimpan. Kamar amber diciptakan kembali pada tahun 2003.
Amber dipakai pula untuk membuat bagian "frog" dari sebuah alat penggesek biola. Gennady Filimonov memesannya dari Keith Peck, seorang ahli pembuat alat penggesek biola di Amerika.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...