Entri Populer

Pengalaman Pakai Kangertech Subox Mini C

Pertama beli keren, baru juga 2 minggu dah ga enak rasanya percuma beli liquid mahal mahal ....buset dah gitu susah buka tank liquidny tadiny sih mau belajar bikin lilitan koil ....asem gpp deh jadi pajangan plus tambah tambah koleksi di lemari hahaha

Sifat Fisik Dari Bebatuan

Skala Kekerasan menggunakan skala MOHS: adalah sebuah sifat fisik dari bebatuan, yang dipengaruhi oleh tata letak intern dari atom.
Untuk mengukur kekerasan mineral dipakai Skala Kekerasan MOHS, berikut ini contoh gambaran dari skala kekerasan :
Skala 1 Mohs : Talk, mudah digores dengan kuku ibu jari
Skala 2 Mohs: GIPS, mudah digores dengan kuku ibu jari
Skala 3 Mohs: Kalsit, mudah digores dengan pisau
Skala 4 Mohs: Fluorit, mudah digores dengan pisau
Skala 5 Mohs: Apatit, dapat dipotong dengan pisau (agak sukar)
Skala 6 Mohs: Ortoklas, dapat dicuwil tipis-tipis dengan pisau dibagian pinggir
Skala 7 Mohs: Kwarsa, Zamrud, Hematite dapat menggores kaca
Skala 8 Mohs: Topaz, dapat menggores kaca
Skala 9 Mohs: Ruby, Safir, Korundum, dapat mengores topaz (batu permata delima, corak biru batu nilam/safir)
Skala 10 Mohs: Intan, dapat menggores korundum Bentuk Kristal Intan ialah benda padat besisi delapan (OKTAHEDRON)

Dari sisi kekerasan, Intan memiliki kekerasan yang paling tinggi, sehingga banyak digunakan sebagai mata bor di perminyakan, sehingga dapat menembus batu padas, dan lapisan batu didalam pengeboran minyak.
Peneliti mineral terkenal, Mr.K.E. Kinge (1860) menyampaikan pengelompokan Batu Mulia/Batu Permata yang dijadikan perhiasan dalam lima kelas sebagai berikut :
1. Batu Permata Kelas I (Diamond, Ruby, Safir, Topaz, Chrysoberyl Cubic Zirconia) Nilai Kerasan antara 8 s/d 10 Skala Mohs
2. Batu Permata kelas II (Beryl, Zircon, Zamrud, Aquamarine, Amethyst, Garnet, Spinel,Quartz) Nilai Keras antara 7 s/d 8 Skala Mohs
3. Batu Permata Kelas III (Lapiz Lazuli, Citrin,Tourqis) Batu permata kelas ini tergolong jenis batu mulia dan batu mulia tanggung, nilai kerasnya kira-kira 7 Skala Mohs, sebagian besar terdiri dari asam kersik (kiezelzuur).
4. Batu-Batu mulia tanggung yaitu Batu Kelas IV (Phenakite Beryl Quartz Peridot moonstone Opal), nilai kekerasan antara 4 – 7 5 Skala Mohs.
5. Batu kelas V, nilai kerasnya dan kadar berat jenisnya sangat berbeda-beda. Warnanya gelap (kusam) dan kebanyakan agak keruh, tidak tembus cahaya, batunya sedikit mengkilap, dan harganyapun amat murah bila dibandingkan dengan harga batu mulia. Dalam kelas ini termasuk batu marmer dan batu kelas V tidak tergolong batu mulia. Contohnya adalah Batu Akik.
Tabel di bawah berisi daftar mineral dan skala Mohs nya:
Kekerasan Zat atau mineral
0.2–0.3 sesium, rubidium
0.5–0.6 litium, natrium, kalium
1 talk
1.5 galium, stronsium, indium, timah, barium, talium, timbal, grafit
2 boron nitrida heksagonal,[10] kalsium, selenium, kadmium, sulfur, telurium, bismut
2.5–3 magnesium, emas, perak, aluminium, seng, lantanum, serium, jet (lignit)
3 kalsit, tembaga, arsenik, antimon, torium, dentin
4 fluorit, besi, nikel
4–4.5 platinum, baja
5 apatit, kobal, zirkonium, paladium, tooth enamel, obsidian (kaca vulkanik)
5.5 berilium, molibdenum, hafnium
6 ortoklas, titanium, mangan, germanium, niobium, rodium, uranium
6–7 kaca, kuarsa gabungan, besi pirit, silikon, rutenium, iridium, tantalum, opal
7 kuarsa, vanadium, osmium, renium
7.5–8 baja keras, tungsten, zamrud, spinel, Phenakite, beril, Euclase, zirkon
8 topaz, zirkonia kubik
8.5 krisoberil, kromium, Yttrium aluminium garnet (YAG)
9–9.5 korundum (rubi, safir), silikon karbida (karborundum), tungsten karbida, titanium karbida, stisovit
9.5–10 renium diborida, tantalum karbida, titanium diborida, boron [11][12][13]
10 intan/berlian, karbonado (berlian hitam)
>10 intan nanokristalin (hiperintan, fulerit ultrakeras)    http://infobakal.com

Cara Unik Mengkristalkan Batu Bacan

Kemampuan Batu Bacan untuk bermetamorfosis terhadap alam, perlahan batu Bacan hitam kandungan kapurnya akan terdesak keluar dan batu Bacan pun menghijau menjadi Batu Bacan kristal. Perubahan Batu Bacan yang masih hitam menjadi Batu Bacan Kristal inilah yang harus didasari pecinta batu Bacan Doko dan Palamea melakukan perawatan. Banyak beberapa cara merawat batu Bacan yang gelap menjadi Bacan yang mengkristal berwarna hijau, menghilangkan flek hitam pada batu bacan menjadi hijau transparan, selalu tampak segar dan cerah, disetiap pecinta Batu Bacan memiliki cara sendiri-sendiri untuk merawat batu tersebut yang didasari pengalaman masing-masing, selain bahan yang berbeda ketekunan dan waktu perawatan juga ikut mempengaruhi hasil prosesnya. Salah satu keunikan Batu Bacan baik Bacan Doko, Bacan Palamea, Gulau, elektrik Bacan Obi dan lainnya.
berikut beberapa cara alami yang dilakukan pada perawatan batu bacan agar kerak kapur dan flek hitam pada batu akan hilang secara perlahan sehingga batu menjadi mengkristal tampak hijau kilap


  • Rendamlah batu bacan pada air yang mengandung banyak mineral atau rendam menggunakan air yang mrngandung kadar oksigen seperti air OXY dll, rendam juga menggunakan air yang bermerek pocari sweet karena didalamnya tercantum kadar ion positif dan elektrolit-elektrolit, atau juga bisa merendam pada air kelapa karena air kelapa terkandung juga ion positif dan kadar elektrolit yang besar sehingga dapat melebur kerak-kerak dan flek hitam pada batu bacan. rendaman ini berkisar dalam waktu 2-3 hari sehingga secara alami batu bacan tersebut mengkristal. semakin banyak penfkristalan juga mengurangi kadar mineralpada batu. padahal batu mulia yang berkasiat pada kesehatan adalah batu yang mengandung mineral.
  • Setalah direndam keringkan, dengan mengangkat dan lap dengan tisue atau kain sampai benar-benar kering.
  • Bila batu bacan sudah kering lalu di poles dengan daun pisang yang kering. polesan harus searah, polesan ini agar kandungan zat yang keluar dan menempel benar-banar hilang dan du lakukan beberapa kali.
  • Lakukan pemanasan Batu Bacan, pemanasan sampai suhu maksimal 80 derajat, tetapi pemanasan tersebut lebih alami menggunakan sinar matahari langsung. terkadang ada yang di panaskan menggunakan alat masak sepeti batu yang di rebut, ini dapat mengurangi kadar mineral pada batu, tetapi bukan berarti batu masakan atau proses. ini sekedar pemanasan saja sebaiknya pemanasan yang di rebus pada batu tidak perlu di lakukan karena dapat mengurangi keaslian kadar batu mineralnya.
  • Bila batu bacan sering menempel pada kulit manusia yang biasa di pakai untuk cincin, batu tersebut akan berubah warna secara perlahan-lahan karena tubuh manusia juga mempunyai ion dan mineral sehingga dapat berpengaruh, ada yang menjadi agak gelap dadpula batu tersebut menjadi terang. tergantung energi pada tubuh manusia masing-masing.

    http://angkoletmuria.blogspot.co.id/

    Hidup di Planet Mars, Mungkinkah ?

    Mars menjadi nama planet prioritas utama dari beberapa planet yang tengah diteliti oleh NASA. Apalagi, baru-baru ini Badan Antariksa Amerika itu menemukan kandungan air yang terdapat di dalam permukaan Planet Merah tersebut. Kontan, spekulasi bahwa Mars layak ditinggali manusia pun mencuat.

    Benar atau salah, pasti atau tidaknya, semua masih menjadi tanda tanya besar. Yang pasti, NASA memang masih mencari titik terang apakah planet yang memiliki bulan Phobos dan Deimos ini akan bisa dihuni umat manusia di masa mendatang.

    Meski begitu, beberapa kalangan peneliti optimistis bahwa manusia bisa tinggal di Mars pada nantinya. Berbagai langkah bahkan dipersiapkan NASA agar nantinya proses kolonialisasi manusia di Mars dapat berjalan lancar. Namun, dengan segala macam sokongan teknologi yang diusahakan, apakah memang nantinya Mars bisa menjadi tempat yang layak ditinggali manusia untuk menggantikan Bumi?

    Meski memang masih belum jelas, sebagian peneliti mengungkap bahwa kemungkinan manusia untuk tinggal di Mars masih sangat minim. Menurut informasi yang dilaporkan Time, Selasa (20/10/2015), ada beberapa alasan yang menyebabkan Mars sangat mustahil untuk dihuni. Kebanyakan alasan tersebut berasal dari keadaan, iklim dan ekosistem Planet Merah itu sendiri. Berikut penjelasannya.



    1. Radiasi

    Mars dijelaskan peneliti NASA memiliki tingkatan radiasi yang tinggi, terdapat dua kandungan radiasi berbahaya di Mars, di antaranya ada Solar Energetic Particles (SEPs) dan Galactic Cosmic Rays (GCRs). Keduanya bisa membombardir manusia jika tidak disokong alat antiradiasi yang memadai ketika berada di Mars.
    Lebih lanjut diungkap, jika manusia menghuni Mars dengan menghabiskan waktu sekitar 180 hari, maka mereka akan mengalami peningkatan radiasi sebanyak 15 kali.


    2. Temperatur

    Temperatur menjadi salah satu kendala besar manusia untuk bisa hinggap di Mars. Sebagai informasi, temperatur rata-rata di Bumi adalah sekitar 57 derajat Fahrenheit (14 derajat Celsius). Namun, temperatur rata-rata di Mars berada di suhu sekitar -81 derajat Fahrenheit (-63 derajat Celsius) yang mana menjadi suhu yang sangat tidak mungkin membuat manusia bisa bertahan tanpa adanya bantuan alat canggih. 
    Jika manusia bertahan di dalam suhu Mars dengan bantuan alat yang begitu minim selama 68 hari, maka mereka dipastikan akan mati.


    3. Atmosfer

    Selain keadaan radiasi dan temperatur, atmosfer juga menjadi hal yang diperhatikan para peneliti. Sebagai perbandingan lapisan atmosfer Bumi 100 kali lebih padat daripada lapisan atmosfer Mars. Lapisan atmosfer Bumi terbuat dari 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen dan 1 persen kumpulan gas.
    Sementara itu, lapisan atmosfer Mars memiliki kandungan karbondioksida sebanyak 96 persen yang mana sangat beracun bagi manusia. Sisa lapisan atmosfer memiliki kandungan kumpulan gas argon, nitrogen, dan gas berbahaya lainnya.

    4. Gravitasi

    Meski manusia bisa mengakali persoalan gravitasi, namun ini masih menjadi pertimbangan para peneliti. Tingkat gravitasi di Mars hanya sebesar 38 persen sehingga masih bisa memungkinkan bagi para manusia untuk dapat berjalan di Mars.
    Yang menjadi pertimbangan adalah manusia nantinya ditakutkan tidak dapat berjalan dan bergerak dengan leluasa karena terbatas oleh tingkatan gravitasi Planet Merah. Sementara di Bumi, tubuh manusia bisa menerima kondisi gravitasi `One-G` yang mana mampu menggerakan skeletal, muscular, cardiovascular-nya dengan baik.


    5. Space Germs (Bakteri Planet)

    Mars bukanlah Bumi. Yang jelas, ekosistem serta makhluk hidup mikroba yang ada di Planet Merah tersebut sangat beda jika dibandingkan dengan Bumi.
    Para peneliti menduga terdapat space germs (bakteri planet) yang 'hidup' di udara Planet Mars. Meski belum diusut secara mendalam, ini menjadi salah satu persoalan penting. Mengingat kejadian para astronot Apollo yang harus dikarantina selama 21 hari karena ditakutkan mengidap space germs setelah kembali dari Bulan.



    6. Infrastruktur

    Meski Mars telah diungkap dapat memiliki kemungkinan untuk menumbuhkan tanaman, namun hal tersebut masih diragukan.
    Kelembapan suhu Mars nyatanya masih sulit dikontrol. Jika tanaman yang ditumbuhkan di Mars mendapatkan bantuan kandungan oksigen berlebih, maka risiko ledakan besar akan terjadi. Sayangnya, masih sedikit yang menganggap ini sebagai hal serius.



    7. Kondisi Mental

    Inilah yang menjadi 'beban' para astronot jika memang nanti mereka dikerahkan untuk terbang di Mars. Delapan bulan perjalanan ke Mars tentunya akan 'mengacak' kondisi mental mereka.
    Maka dari itu, mental para astronot harus dilatih agar tahan banting ketika berada di luar angkasa. Namun, bagaimana jika nantinya manusia harus bertahan menghadapi segala ketidakmungkinan yang ada di Mars? Pastinya sulit. Tak mudah mengetahui masing-masing orang bahwa mereka memiliki kondisi mental yang baik ketika hendak pergi ke luar angkasa.


    Masih ada Harapan?

    Meski demikian, NASA memperkirakan bahwa Mars yang kita ketahui saat ini sangat berbeda dengan Mars di masa lalu. “Misi NASA dan ESA di masa depan akan melakukan penggalian lebih dalam untuk mengetahui lebih lanjut peluang adanya kehidupan di bawah tanah,” .
    Ekplorasi planet Mars memang belum selesai, masih banyak misteri yang menunggu untuk dipecahkan. Apalagi ada temuan-temuan lain seperti jalur sungai, kawah kembar, wilayah 'biru' dan berbagai praduga soal keberadaan Alien. 

    Entah, secara perlahan ilmu pengetahuan terus mencari tahu. Setidaknya, kita bisa menyadari betapa kecil manusia di jagad raya ini.


    http://www.kaskus.co.id/
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...