Entri Populer

Mengenal Batu Lavender Baturaja Akik Asal Indonesia

Batu Lavender Baturaja adalah salah satu dari sekian banyak jenis batu mulia asli alam Indonesia dan saat ini tengah menjadi buruan banyak kolektor, baik dalam maupun kolektor mancanegara. Corak dan tingkat kekerasan yang dimiliki batu ini menjadi daya tarik tersendiri, sehingga banyak kolektor mengincar batu asal Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan (Ogan komering Ulu) ini dengan harga tinggi. 

Bahkan menurut ketua Komunitas Batu Akik OKU Hendra Setiawan, Harga batu lavender berkualitas anggur dan spritus bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun tetap harus berpegang pada kualitas karena banyak batu sejensi yang kurang berkualitas sehingga harga bisa murah. Menurut Hendra pernah ada batu spritus dihargai Rp150 juta sampai Rp175 juta,

Sejak beberapa tahun terkahir ini, batu ini memang sudah mendunia sehingga tidak sedikit kolektor luar yang berburu langsung di lokasi penambangan. Namun cara itu pun tidak mudah karena untuk mendapatkan batu tersebut seorang kolektor harus melakukan penggalian dengan cara menyewa lahan milik warga setempat, hal itu juga bukan jaminan untuk bisa mendapatkan batu seperti diinginkan bahkan bisa tidak menemukan apa-apa selain batu biasa.

Untuk mendapatkan batu berkualitas bagus seperti jenis lavender dan spirtus menurut Hendra, bisa dicari di Desa Simpang Empat dan Desa Segara Kembang, Kecamatan Lengkiti dan batu itu tidak di temukan di dasar sungai Ogan.

Hal serupa juga pernah diceritakan salah seorang penambang yang biasa mencari batu akik. Untuk mencapai lokasi penggalian harus berjalan kaki menyusuri hutan dan perbukitan baru bisa sampai ke lokasi, namun lagi-lagi menurutnya tetap bukan jaminan bisa mendapatkan batu berkualitas.


RITUAL UNTUK MENDAPATKAN BATU LAVENDER
Salah seorang penggali bernama Kolmilin, juga menceritakan seputar kegiatan masyarakat setempat dalam berburu akik, misalnya sebelum melakukan pencarian dan penggalian, ada sebagian masyarakat yang mengadakan ritual terlebih dahulu sebelum melakukan proses penggalian
Dengan ritual khusus yang dilakukan seperti memberi sesaji berupa nasi gebuk, ayam, dan telur serta kemenyan diharapkan prosesn penggalian dan pencarian batu berjalan lancar dan mendapatkan hasil sesuai keinginan.

"Alhamduillah, benar ada. Ia mendapatkan batu spritus kualitas super. Cara ini ada yang ditiru penggali lainnya, ada yang tidak," kata dia.

KUALITAS BATU MULIA ASAL INDONESIA
Kualiatas batu lavender telah diakui dunia dan termasuk salah satu dari beberapa jenis batu berkualitas yang sering menjadi buruan kolektor dari berbagai negara, seperti diantaranya kalimaya black oval asal Banten batu bacan asal Halmahera, Batu nila Bali, Batu lumut Aceh (Giok asal Nagan Raya) yang kesohor, Batu sungai dareh,  aki edong termasuk batu lavender batu raja.

Jenis-jenis batu tersebut termasuk batu mulia lokal terbaik dan telah diakui dunia. Bahkan menurut salah seorang pencinta batu mulia Suwandi Gazali sekaligus Pendiri Indonesian Gemstone, Batu kalimaya black oval asal Banten masuk dalam ketegori batu mulia paling digemari di Jepang dan pernah di jadikan sebagai maskawin

Sedangkan jenis batu akik asal baturaja yang paling digemari kolektor, jenis lavender  dan jenis spritus atau dikenal dengan sebutan biru langit

Cairan Penghilang Kapur dan Flek Hitam Batu Bacan


Cairan Bacan BEN LARREES Magic Liquid ini bukan produk oplosan hasil temuan  untung untungan, seperti menggunakan cairan minyak angin, minyak tawon, atau mama lem*n, atau sunlig** melainkan murni produk kimia yang di buat dengan berbagai eksperimen dan inovasi, kebetulan sang penemu juga seorang Gems Seller yang cukup punya reputasi baik ditengah-tengah teman Gems.
Produk ini sudah banyak digunakan oleh rekan-rekan Gem Seller lainnya. Dibawah ini beberapa penampakan eksperimen batu bacan melalui penggunaan cairan kimia orisinil karya ane sendiri, real murni tanpa diedit.

Perbedaan Green Chalcedony,Chrome Chalcedony, Chrysocolla-in-Chalcedony, Chrysoprase Chalcedony, dan DyedChalcedony

Bacan
Chalcedony adalah sebuah nama yang diberikan kepada seluruh jenis cryptocrystalline quartz, yang mana mineralnya terdiri dari cystal-crystal kecil silica yang menyatu dan membentuk chalcedony tersebut. Dapat diartikan bahwa chalcedony tidak terdiri dari satu crystal besar saja seperti halnya Macrocystalline quartz yang terdiri dari Citrine, Amethyst,Rose Quartz, dan lainnya. Meskipun cystal-crystal yang membentuk chalcedony bisa dikatakan cukup rapat, tetapi tetap saja menjadikan batu ini Pouros, yaitu berpori-pori sehingga dapat mudah menyerap sehingga chalcedony menjadi batu yang paling banyak dilakukan proses dyed atau pewarnaan.
Chalcedony pun terbagi lagi menjadi sub-varieties, khusus di bahasan kali ini, saya akan berfokus pada Green Chalcedony, Chrome Chalcedony, Dyed Chalcedony, Chrysocolla-in-Chalcedony dan Chrysoprase Chalcedony.
Terkadang, masih banyak yang belum paham apa sih perbedaan antara green, chrsyoprase, chrome dan dyed chalcedony? Lalu bagaimana membedakannya? Mengingat keempatnya memiliki karakter yang sama. Mari kita ulas satu per satu.
Green chalcedony dan chrysoprase, keduanya memiliki warna hijau yang berasal dari nickel oxide. Untuk kedua batu ini membedakannya cukup mudah, green chalcedony memiliki warna hijau yang cukup murni dan intense, sedangkan chrysoprase lebih mengacu kepada warna yellowish green atau biasa disebut applegreen. Lalu bagaimana membedakannya dengan dyed chalcedony? Cara paling mudah adalah dengan menggunakan Chelsea filter, green chalcedony dan chrsyoprase chalcedony tidak akan bereaksi menggunakan Chelsea filter, sedangkan dyed chalcedony akan bereaksi dengan berubah menjadi grayish atau pinkish yg mana green dan chrsyoprase akan tetap hijau.
Sekarang mari kita bergerak ke pembahasan selanjutnya, antara dyed chalcedony dan chrome chalcedony. Chrome chalcedony atau ada sebagian yang menyebutnya Mtroloite, memiliki warna hijau yang berasal dari Chromium. Sekali lagi cara yang paling mudah untuk membedakannya dengan dyed chalcedony adalah melalui Chelsea filter, sudah saya sebutkan tadi jika dyed chalcedony akan bereaksi grayis atau pinkish, sedangkan chrome chalcedony justru akan bereaksi dengan berubah menjadi merah yang sangat kuat. Hal berikutnya yang dapat membedakan yaitu spectrum jika anda mengerti bagaimana menggunakan spectroscope, lalu yang terakhir dari inklusinya itu sendiri. Chalcedony yang di dyed biasanyainclusion free atau bersih dalamnya, sedangkan chrome terdapat inklusi. Chrome chalcedony juga diketahui berasal dari Maluku, sekitar Bacan. Salah satu customer GRI adayang mengirimkan sample chrome chalcedony yang didapatkannya dari Maluku.
Pembahasan yang terakhir, bisa dibilang, ini adalah chalcedony yang paling popular dikalangan pecinta batu,Chrysocolla-in-Chalcedony. Chryscolla-in-chalcedony memiliki trade name diluar negeri sebagai “Gem Silica” sedangkan di Indonesia disebut “Bacan”. Element yang memberikan warna blue-green, bluish-green, greenish-blue maupun green-bluea dalah copper.

Yang paling menarik adalah jika kita membahas tentang Bacan sebagai trade name, ketika saya membuat artikel ini saya terlibat diskusi dengan beberapa penghobby batu di forum sebelah, tentang bagaimana dan mengapa Bacan menjadi trade name. saya terlibat didalam diskusi yang cukup asik,masing-masing mengutarakan pendapatnya. bagi yang masih belom tahu, Bacan merupakan sebuah pulau yang terletak di kepualaun Maluku, pulau ini terkenal sebagai penghasil sebuah batu yang memikat banyak orang, Chrysocolla-in-Chalcedony yang pada akhirnya menjadi sebuah trade name untuk batu tersebut. Tidak ada salahnya dengan hal itu, justru kita harus berbangga dengan chrysocolla-in-chalcedonyyang dihasilkan pulau Bacan, Indonesia. Hanya saja terkadang banyak yang masih belum tahu, jika chrysocolla-in-chalcedony juga dihasilkan oleh banyak Negara lainnya,sebut saja Filipina, amerika latin, Australia, dan banyak lagi. Terima kasih,dan semoga pembahasan kali ini dapat memberikan manfaat bagi semua pembaca, salam hormat.
Adam Harits, G.G
GRILab Gemologist

Cerita dibalik Batu Akik Indonesia

Semua penggemar batu permata tentu tau keindahan setiap batu permata. Untuk orang awam, mungkin keindahan ini tidak bisa terasa. Nah, taukah kita cerita-cerita yang mengiringi setiap batu permata? Ada beragam batu permata, dan ada berbagai cerita yang mengikutinya.
Batu Bacan:
  • nama ilmiah: Chrysocolla Chalcedony
  • berasal dari bahasa Yunani: Chryso (emas) dan Colla (lem), karena dulunya digunakan oleh tukang emas sebagai bahan untuk solder / patri
  • Chrysocolla pertama digunakan oleh seorang filsuf sekaligus ahli botani Yunani yang bernama Theophratus pada tahun 315 sebelum masehi
  • biasa disebut Giok Indonesia / Giok biru  
  • warna bacan bervariasi, dari biru, hijau, hati hiu, kembang super, merah, dll
  • umumnya batu bacan Indonesia dibagi menjadi 2 jenis: bacan Doko (kehijauan) dan bacan Palamea (kebiruan)
  • batu bacan Indonesia umumnya ditambang di pulau Kasiruta (Maluku), di desa Doko, desa Palamea, desa Imbu-Imbu, desa Besori, dan beberapa tempat lainnya di Maluku
  • batu bacan King Obi merupakan jenis lain dari batu bacan yang mahal harganya. Terdiri dari beberapa warna dan bahan penyusun (Yellow King, Red King, Orange King dan White King)
  • batu bacan disebut Batu Hidup, karena kemampuannya dengan cepat berubah warna dan mengkristal secara alami


Batu Bio Solar:
  • Bio Solar ini memiliki ciri khas warna mirip dengan warna BBM Solar dan memiliki efek/jiwang yang kuat, efek itu membentuk alami didalam struktur batu tersebut.Untuk itulah batu ini diberi nama Bio Solar
  • Bio Solar di Indonesia biasanya terbagi 2 jenis, Bio Solar Aceh dan Bio Solar Baturaja
  • Bio Solar Aceh merupakan salah satu batu mulia yang masuk dalam golongan batu Idocrase. Bio Solar Aceh selain harganya tergolong mahal untuk mendapatkannya juga tidak mudah. Karena itu batu jenis Idocrase Solar Aceh sangat diminati dan paling dicari-cari oleh para gamestoners
  • Solar aceh termasuk jenis Giok dengan beragam kualitas dan warna, jenis super solar Aceh tidak kalah dengan batu kristal yang sudah populer terdahulu. Giok sendiri adalah sejenis batu permata, salah satu dari jenis batu permata yang di dalamnya terdiri dari banyak unsur mineral yang telah ditemukan dan digunakan oleh bangsa timur selama beribu-ribu tahun lalu.
  • Batu Giok Gayo/Aceh yang sudah diuji kekerasan di laboratorium di Jakarta memiliki kadar kekerasan mencapai 7, 3 Skala Moh’ s. Batu kelas ini tergolong jenis batu mulia dan batu mulia tanggung, nilai kerasnya kira-kira 7, sebagian besar terdiri dari asam kersik ( kiezelzuur)


Batu Garut (Bungbulang):
  • nama ilmiah: Chrysoprase Chalcedony (anggota utama dari quartz family minerals yang mengandung unsur nikel)
  • daerah asal bungbulang garut dari kecamatan Bungbulang kabupaten Garut
  • batu garut yang terkenal berwarna hijau (hijau garut / batu ohen hijau kristal)
  • disebut batu ohen hijau karena ditemukan di lahan milik abah Ohen


Batu Kalimaya: 
  • nama ilmiah: Opal
  • biasa disebut orang Indonesia Biduri Kluwung
  • berwarna putih, abu-abu, ungu-putih, hijau, biru, hitam seperti awan yang di selimuti mega dan terlihat bintang-bintang warna emas
  • Kalimaya yang memiliki perpaduan warna merah dan hitam merupakan jenis yang langka. Sedangkan Kalimaya yang memiliki perpaduan warna putih dan hijau merupakan jenis yang umum dan sering ditemukan.
  • kekerasan 5,5 sampai 6 skala Mohr
  • susunan kimia:  kiezelzuur dan air dengan bercampur bermacam-macam logam yang menyebabkan terjadinya warna-warna yang seakan hidup dan berganti-ganti
  • batu opal dapat ditemukan di:  India, Tiongkok, Mesir, Sri Lanka, Mexico, Australia, Philipina, Vietnam, Birma, Amerika, Eropa, Machuria, dan Indonesia (opal putih ditemukan dibilangan Garut dan Pelabuhan Ratu (Sukabumi)
  • satu-satunya tempat di dunia dari kalimaya hitam adalah parit atau tambang batu jenis itu di Lighting Ridge, dekat Darling, wilayah New South Wales (autralia)
  • Hingga kini Australia masih menjadi pemasok terbesar batu Kalimaya. Negeri Kanguru itu memproduksi 97 persen dari pasokan Kalimaya dunia. 
  • Ada perbedaan pendapat terkait asal usul nama Opal. Sebagian kalangan meyakini nama Opal diambil dari istilah Romawi, Opalus. Mengacu kepada istri Saturnus dan dewi kesuburan yang bernama Opalia. Pendapat lain mengatakan penggunaan nama Opal berasal dari bahasa Yunani, opillos yang memiliki dua makna. Makna pertama berarti melihat. Dan makna kedua adalah ‘sesuatu yang lain’ atau ‘perubahan’
  • Namun, ada juga pendapat yang mengatakan nama Opal berasal dari bahasa sansekerta, Upala.
  • Kepercayaan asal nama Opal dari bahasa Sanskerta mengacu kepada catatan Romawi sekitar tahun 250 SM. Awalnya batu ini diketahui memiliki nama yang bermacam-macam dan baru dibakukan penggunaan nama Opal setelah 250 SM. Dalam catatan tersebut diketahui Opal didatangkan oleh pedagang Bosporus yang mengaku memasok Opal dari India.


Batu Lumut Aceh (Indocrase):
  • Biasa disebut juga Giok Aceh.
  • Batu lumut Aceh memiliki ciri khas warna hijau dengan serat mirip lumut dan termasuk jenis batu kristal tembus cahaya jika disenter.
  • Batu yang didapat dari Nagan Raya dan Sungai Lumut, Aceh Tengah dan Gayo Lues, ini merupakan batu original Aceh.
  • Giok Nagan berewarna hijau terang dan giok di Sungai Lumut berwarna hijau tua
  • Giok Aceh mempunyai ciri khas, jika dipegang terasa dingin, berbeda dengan batu mulia dari Garut dan batu bacan yang tidak dingin tapi memiliki kelebihan warna yang indah.
  • Idocrase yang secara visual berwarna hijau dan ada pengaruh coklat dan kuning, idocrase sering sekali bercampur Hydrogrossular Garnet. Di dalam perdagangan internasional Idocrase juga dikenal dengan sebutan Vesuvianite, Californite, California Jade. Tapi yang pasti idocrase sama sekali bukan merupakan varian dari Jade atau Nephrite Jade.
  • Warna lumut aceh bervariasi, ada yang full dengan lumut hijaunya dan klep air (giwang dalam bahasa aceh). Untuk kwalitas super, hampir tidak ada kapurnya.

 
Batu Sungai Dareh:
  • Batu yang juga dikenal dengan sebutan giok kandi ini tidak hanya kesohor di Indonesia tapi sampai mancanegara. Popularitas batu menanjka sejak  Presiden Amerika Barack Obama dikabarkan mengenakan batu cincin asal Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat itu di jari tangannya.
  • Batu sungai dareh memiliki banyak sebutan diantaranya batu lumuik, batu lumut, giok sumatera dan giok kandi.
  • Kunikan dan kelebihan atau keistimewaan batu sungai dareh terletak pada corak an warna batu yang sangat menawan. Batu ini juga memiliki kekerasan standar batu mulia kualitas internasional dengan keras 7 skala mohs atau sama dengan batui Giok china yang telah dikenal manusia ribuan tahun lalu.
  • Batu ini sebenarnya sudah dikenal sejak lama, tepatnya sekitar tahun 1970-an. Hanya saja waktu itu sampai dalam beberapa terakhir ini batu akik masih belum banyak dikenal dan belum diminati masyarakat secara luas. Namun belakangan ini batu akik telah menjadi tren dan diskai banyak orang termasuk kalangan muda.
  • Pada sekitar tahun 70-an batu sungai dareh ini dikenal masyarakat dengan nama ‘Giok Kandi’ karena batu itu pertama ditemukan di Sungai Kandi dan Bukit Puti Bungsu Solok Selatan Sumatera. Sedangkan batu yang banyak ditemukan di daerah Sungai Dareh seperti nama yang melekat pada batu ini, diyakini masyarakat sumatera merupakan cikal bakal batu dari daerah Kandi yang terbawa arus sungai.
  • Sungai Dareh sendiri berada di Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya. Sungai Dareh dan Pulau Punjung dipisahkan oleh Sungai Batanghari
  • Khasiat batu lumuik sungai dareh diantaranya : Dipercaya dapat meningkatkan keselarasan dengan alam sekitar – menjaga keseimbangan emosional – membuat stamina menjadi lebih kuat dan bersemangat – Menetralisir racun dalam tubuh – Bagi mereka yang memiliki aktivitas di luar dapat dijadikan sebagai perlindungan diri (hanya allah yang maha melindungi). Warna hijau pada batu ini : dapat memperkuat daya kerja jantung – saraf – atau fisik secara umum. Kualitas batu yang setara dengan Giok (jade) dipercaya untuk menghilangkan stres, relaxasi dan menyelaraskan pikiran – Bijaksana dan menghambat energi negatif dalam tubuh.
  • sungai dareh juga terdiri dari berbagai jenis baik berdasarkan warna, karakter, corak maupun kualitas batu, sehingga batu ini dikenal dengan banyak nama seperti batu sungai dareh pucuk pisang, kumbang jati, kristal dan masih banyak jenis lainnya dengan beragam nama.
  • Untuk jenis pucuk pisang kristal batu dan warna terlihat hijau muda agak kekuningan dan terdapat belang hijau tua didalamnya, bagitu juga dengan kumbang tentu ada perbedaan dengan jenis lainnya.
  • Warna batu sungai dareh setidaknya ada 68 warna. Jenis yang sangat populer adalah kumbang jati dan pucuk pisang. Batu ini memiliki empat kesamaan warna, yaitu dengan kopas, jamrud, giok dan yakub.


Batu Zamrud:
  • komposisi zamrud adalah senyawa Al2Be3[Si6O18] 
  • indeks bias: 2,67 – 2,78
  • sistem kristal: heksagonal
  • warna bervariasi, dari hijau muda, hijau kekuningan, hijau kebiruan sampai hijau tua
  • Mayoritas mineral zamrud membawa ciri khas alami berupa retakan-retakan ataupun serat-serat
  • Zamrud termasuk mineral silikat beril (mengandung beryllium), dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit kromium
  • adanya vanadium dan besi menyertai kelumit kromium itu menyebabkan berbagai ragam warna pada zamrud
  • kekerasan zamrud berada pada 7,5 dalam skala Mohr 
  • penghasil zamrud kwalitas tinggi adalah Kolumbia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia dan Brazil
  • kata Emeral berasal dari bahasa Perancis lama: Esmeraude dan Inggris pertengahan: Emeraude, yang berarti kehijauan
  • zamrud diyakini sebagai lambang cinta sejati dan kebijaksanaan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...